Sabtu, 04 Maret 2017

Aplikasi Pembelajaran Menurut Teori Classical Conditioning, Operan Conditioning dan Kognitif


Aplikasi Pembelajaran Menurut Teori Classical Conditioning, Operan Conditioning dan Kognitif


Classical Conditioning

1.   Orang tua Ana selalu membiasakan Ana untuk mengisi air di teko. Jadi, setiap air di wadah tersebut habis, maka orangtua Ana akan menyuruh Ana untuk mengisi airnya kembali. Suatu hari, air di teko habis. Saat itu rangtua Ana sedang tidak berada di rumah, Ana langsung mengisi air tersebut tanpa adanya suruhan.
2.   Suatu hari, Ani sedang makan ditemani oleh kucing kesayangannya. Tiba-tiba, kucing tersebut berubah menjadi ganas dan mencuri makanan Ani dari piring. Sejak saat itu, Ani selalu mengusir kucing ketika dia sedang makan.

3.      Mahasiswa sering kali kesal terhadap kuliah ganti karena menyita waktu istirahatnya.
4.     Sejak kecil, saya suka dengan miesop. Setiap malam, pedagang miesop keliling lewat dari depan rumah saya. Pedagang tersebut membunyikan selentingan sendok sebagai penanda kehadirannya. Suara tersebut dapat terdengar dari jarak yang jauh. Awalnya, saya membeli mie sop tersebut ketika pedagang berada dekat dengan saya. Namun, karena sekarang saya mulai terbiasa dengan bunyi tersebut, saya jadi cepat keluar rumah meskipun pedagang itu masih jauh dari rumah saya.
5.      Tugas yang menumpuk sering membuat mahasiswa gelisah karena takut tugas tidak selesai 



 Operan Conditioning

1.    Seorang  guru ingin agar murid-murid nya rajin membaca, maka ia memberikan hadiah 1 buah coklat untuk setiap buku yang telah dibaca oleh muridnya. Kondisi ini mengakibatkan murid-murid guru trsebut semakin eajin membaca dan terpicu.

2.    Ketika Saras selesai makan, ia segera mencuci piring. Dan mendapatkan pujian anak rajin dari kedua orangtuanya sehingga Saras tidak pernah lupa mencuci piring setelah selesai makan.

3.      Adi selalu diomelin ibunya ketika tidak merapikan bukunya setelah pulang sekolah. Sejak saat itu, Adi mulai rajin merapikan bukunya agar tidak diomeli ibu.

4.      Ketika kita sedang mengerjakan tugas kelompok, salah satu teman kita tidak bekerja, maka, kita mencoret namanya dari kelompok  sehingga dia akan menyadari kesalahannya

5.     Saya sering sekali merobek lembar demi lembar buku yang saya punya jika saya mendapati ada kesalahan disana. Suatu ketika  ibu saya mengetahui, bahwa saya sering merobek lembaran buku, hingga yang tersisa hanya beberapa lembaran saja. Pada akhirnya, ibu saya mengomeli saya, dan tidak mau membelikan saya buku, ibu menyuruh saya untuk mengumpulkan semua kertas yang sudah saya buang, dan saya harus menyatukannya kembali dalam satu buku. Karena saya sama sekali tidak dapat menemukan lembaran yang saya buang, dan sebagian saya dapati tidak layak pakai. Akhirnya saya mengambil buku-buku bekas milik kakak saya, dan mengambil beberapa lembar kosong yang terdapat disana, kemudian saya menyatukannya. Awalnya saya sangat kesal, karena kata-kata dalam tulisan yang salah harus saja di hapus dengan sabar. Beberapa hari kemudian, ibu saya melihat catatan saya, dan memujinya, kemudian memberikan saya sebuah buku yang dilengkapi gambar menarik. Sejak saat itu saya berjanji pada diri saya, untuk tidak merobek buku lagi.


 Kognitif
1.      Ketika saya berumur 5 tahun, ayah saya membelikan saya sebuah sepeda, sebelumnya, saya telah melihat kakak saya bermain sepeda, kemudian, saya mulai mencoba menaiki sepeda, mencoba mengayuh agar sepeda dapat berjalan , lalu mengatur kayuhan kaki agar dapat mengatur kecepatan sepedasaya
 
2.      Disaat anak mengikuti perilaku yang dilakukan orangtuanya. Seperti misalnya disaat orang tuanya kaget dan selalu mengeluarkan kata “allahuakbar” sambil ngelus dada. Dan si anakpun mengikuti perilaku orangtuanya karena dia selalu melihat orangtuanya kaget seperti itu.

3.   Winika mendapatkan sebuah gitar dari ayaHnya. 1 minggu setelah gitar itu ada, winika masih kesulitan memainkannya. Sampai akhirnya winika belajar dengan seorang guru musik. 2 bulan berlalu sejak saat itu, kini Winika handal dalam bermain gitar.

4.    Ketika ada siswa yang takut melewati jalan yang gelap ketika pulang sekolah , tetapi karena ia ingin cepat sampai dan buru buru untuk mengerjakan tugas dengan terpaksa anak tersebut tetap melewati jalan yang gelap itu walaupun dalam hatinya ia tetap takut.

5.      Dita mendapat nilai ujian kimia 60 sedangkan teman-temanya mendapatkan 80. Dita merasa gagal dalam ujian ini. Keesokan harinya, dita lebih giat dalam belajar, ia mulai rajin mencatat dan mengulang kembali soal-soal yang diberikan gurunya. Pada ujian selanjutnya, dita berhasil mendapatkan nilai 80



HASIL DISKUSI DARI : KELOMPOK 9

Risky Nurlita Maylinda             16 - 001
Laila Husna                              16 - 024
Dina Hutasoit                           16 - 039
Nabila Annisa Putri                  16 - 054
Wina Lorensi                           16 -  071
Fahri Reza                               16 - 077

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates